beritadunesia-logo

Gunung Kawi

Gunung Kawi yang terletak di Desa Wonosari, kabupaten Malang ini dari kejauhan hanya terlihat seperti gunung pada umumnya. Jalan menuju Gunung Kawi mudah di akses dari manapun, bisa ditempuh dari kota Blitar menuju Malang, atau dari Malang menuju Blitar. Petunjuk jalan menuju Gunung Kawi cukup jelas mengingat ini salah satu wisata “ritual” yang cukup terkenal di Jawa. Dari jalan raya Blitar – Malang kendaraan harus menyusuri jalan pegunungan beraspal yang lumayan banyak lubang. Setelah melaju kurang lebih 30 menit pengunjung sudah bisa menjumpai loket masuk “Pesarean Gunung Kawi” dan setiap pengunjung dikenai biaya retribusi 3.000 per orang.

Banyak orang mengenal nama Gunung Kawi sebagai gunung mistis yang sarat dengan tempat mumpuni untuk mencari pesugihan, kesuksesan, rejeki berlimpah. Gunung Kawi semakin terlihat istimewa bagi para semediers ( baca : peziarah yang rajin semedi di kuburan ) dikarenakan oleh keberadaan dua buah makam yang dipercaya membawa berkah oleh penduduk setempat dan peziarah dari luar kota, salah satunya adalah makam Mbah Djoego.

Gunung Kawi tidak hanya dikunjungi oleh penganut kepercayaan kejawen saja, banyak terlihat juga orang Tionghoa yang berziarah di sana. Bahkan terdapat sebuah klenteng tempat pemujaan dewa Tiongkok terletak tak jauh dari lokasi makam! Trend ini dipicu dengan kesuksesan salah satu pemilik perusahaan rokok terkenal di Indonesia yang menyebarkan kisah sukses NGAWUR yang diperolehnya di Gunung Kawi. Terdengar SANGAT omong kosong, tapi dengan promosi ngawur tersebut kawasan Gunung Kawi menjadi salah satu objek wisata ritual terkenal se-Indonesia. Kawasan makam yang selalu penuh saat weekend, hari libur nasional dan kalender Jawa seperti malam Suro dan Jumat Legi membuat penduduk setempat merasakan untung dengan kondisi homestay mereka yang selalu penuh, rumah makan sampai toko souvenir yang ramai dikunjungi oleh peziarah.

Para peziarah tidak datang dengan tangan kosong, mereka harus membeli bunga untuk ditabur di makam, bagi yang memiliki dana lebih membeli sesajian berupa bancakan untuk selametan di area makam. Bagi yang merasa punya “hutang” sukses biasanya menyewa jasa pertunjukan wayang kulit yang harganya jutaan rupiah sebagai bentuk syukur kesuksesannya.